Pati – matasakti.id – Tak dapat dipungkiri bahwa bermain gadget lebih diminati dari pada belajar. Penggunaan gadget berlebihan dapat membuat anak sulit fokus belajar, mudah bosan, dan kurang sabar.
Di era digital saat ini, gadget seperti telepon genggam, tablet, dan komputer memang dapat membantu belajar serta hiburan. Namun, penggunaan yang berlebihan tanpa pengawasan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan fisik, mental, dan perkembangan anak.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati menanggapi hal tersebut, memang di era digital seperti ini, banyak anak yang kecanduan gawai atau telepon sehingga mengesampingkan kewajibannya sebagai pelajar yaitu belajar. Padahal nasib bangsa ini ditentukan oleh generasi muda yang mempunyai jiwa semangat dan cerdas.
Oleh karena itu, Ia merasa miris dengan lingkungan anak yang banyak memegang HP. Bahkan, menurutnya beberapa anak tidak hafal dengan Pancasila, termasuk di Bumi Mina Tani tercinta.
“Hari ini memang tragis, anak-anak bahkan tidak hafal Pancasila karena sering menggunakan HP, ” kata Endah Sri Wahyuningati politisi partai Golkar Kabupaten Pati.
Berbicara terkait dengan anak yang lebih memilih gawai daripada mempelajari ilmu-ilmu yang ada di sekolah ini tidak mencerminkan generasi yang cerdas akan pentingnya masa depan di hari esok.
(Sat)












