Dewan Pati Ambil Sikap Masalah Dugaan Kasus Keracunan MBG di Pati

Pati – matasakti.id – Insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa SMPN 01 Gembong dan MTsN 3 Pati turut menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pati. Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan tersebut sempat dilarikan ke sejumlah fasilitas medis, termasuk Puskesmas Gembong, RSUD Soewondo Pati, dan Mitra Bangsa, untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati mengambil sikap atas kasus dugaan keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di dua sekolah menengah pertama Kecamatan Gembong yaitu SMP N 1 Gembong dan MTs N 3 Pati.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati mengatakan bahwa pihaknya akan membahas masalah tersebut ke rapat internal. Pihaknya juga akan menyikapi kasus tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Ini nanti akan kami bahas pastinya kita akan menyikapi ini semua sesuai dengan aturan karena ini harus menjadi suatu perhatian supaya tidak terjadi lagi. Karena ini untungnya tidak ada yang sampai lebih parah pada saat ini,” ujar Endah ditemui di RSUD Soewondo Pati.

Rombongan Komisi D DPRD Pati, saat ini juga melakukan peninjauan secara langsung terhadap korban dugaan keracunan menu MBG itu. Menurutnya, dari total 265 siswa, rata-rata kondisinya sudah mulai membaik dan diperbolehkan pulang.

“Sepertinya ini sudah cukup banyak yang kondisinya sudah pulih sudah diizinkan pulang dan beberapa masih menginap di RSUD Soewondo ini ada 24 anak masih mendapatkan perawatan,” kata dia.

Ia menerangkan bahwa dugaan keracunan itu berawal dari siswa di dua sekolah itu yang menyantap menu MBG pada hari Selasa (08/09/2026) dengan menu nasi bakar dan ayam suwir.

Ia menyebut, gejala mual hingga diare tidak dirasakan oleh siswa seketika. Akan tetapi, baru mulai dirasakan pada pukul 21.00 hingga 22.00 WIB.

“Kalau melihat dari cerita anak-anak ini diawali dari makan MBG hari Selasa ada nasi bakarnya dimana dan rata-rata sakitnya jam 9 sampai jam 10 malam,” jelasnya.

“Paginya anak-anak ke sekolah. Dari situ anak-anak ke sekolah karena sekolah masih kondisi sakit terus dibawa ke sini ada yang lebih parah ada yang sampai di oksigen ada yang tidak sadar. Karena mungkin kondisi fisik masing-masing anak berbeda-beda,” lanjutnya.

Sementara itu, jumlah terbaru total siswa yang mengalami gejala keracunan mencapai 265 siswa. Dari jumlah itu, 54 dilakukan rawat inap di RSUD Suwondo 23 siswa, RS Mitra Bangsa 12 siswa, RS KSH 18 siswa, RS Fastabiq Sehat 1 siswa.

Untuk yang rawat jalan ada 138 siswa diantaranya di RS Soewondo 104 siswa, RS Mitra Bangsa 31 siswa dan Puskesmas Gembong 3 siswa.

(Sat)