Pati – matasakti.id – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyayangkan banyaknya kepala dinas dan camat yang tidak hadir dalam rapat paripurna DPRD Pati, Senin (14/9/2026). Rapat tersebut membahas sejumlah agenda penting, termasuk pembahasan anggaran perubahan tahun 2026.
Bandang menilai rapat paripurna merupakan forum tertinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, sehingga kehadiran jajaran eksekutif seharusnya menjadi cerminan keseriusan bersama dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Paripurna ini forum tertinggi, tapi kami melihat absen banyak camat yang diwakilkan, hanya satu dua yang hadir. Banyak kepala dinas juga yang diwakilkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, ketidakhadiran para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) maupun camat tersebut perlu mendapatkan penjelasan, terlebih rapat paripurna kali ini menyangkut pembahasan anggaran antara eksekutif dan legislatif yang bersifat krusial.
Sebagai perbandingan, Bandang menyebut tingkat kehadiran anggota DPRD Pati dalam rapat paripurna tersebut justru mencapai hampir 97 persen, sebagai bentuk keseriusan legislatif dalam mengikuti pembahasan anggaran perubahan.
“Ini kan membahas anggaran antara eksekutif legislatif. Kita serius sebagai penyelenggara pemerintah daerah. Hari ini DPRD yang hadir hampir 97 persen,” tegasnya.
Bandang berharap kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Menurutnya, kepala dinas dan camat memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, sehingga semestinya dapat menunjukkan komitmen yang sama dalam menghadiri forum resmi DPRD.
(Sat)












